dari Annisa Ridha Salsabilla

Posted: Juni 13, 2011 in Uncategorized

^.^ hei… ada cerita menarik nih dari temen kita..so?baca ceritanya sekarang yuk..:D

:)  ANAK  AUTIS 🙂

Kring kring kring…… lagi-lagi jam weker ku membangunkan aku dari alam mimpiku yang empuk, dengan mata yang masih terkantuk-kantuk aku mencoba melangkah ke luar kamar menuju kran air yang ada di kamar mandi, aku pun segera mengambil air wudhu untuk menunaikan sholat shubuh. O iya kita belum berkenalan, perkenalkan nama ku Aulia Ajeng Angela, di rumah aku di panggil Angel tetapi saat di sekolah aku di panggil Gela (jela) ini adalah kisah menarikku ikutin terus yach!. Pagi itu setelah selesai sholat shubuh aku langsung mandi dan segera makan sarapan. “Angel, nanti kamu mau bawa bekal apa?” kata Mama ku. “Roti bakar coklat aja  ma!”, ucapku setelah meminum segelas susu coklat. Coklat coklat coklat semua nya coklat, ya aku memang pecinta coklat sama seperti sahabat ku Kania Clarisa Rachma Putri yang biasa ku panggil Clania. Setelah mengikat kedua tali sepatuku, aku pegi ke sekolah dengan berjalan kaki. Tiba-tiba saat dalam perjalanan aku melihat seorang anak lelaki sebaya ku mengenakan baju seragam yang sama, tapi anehnya anak itu gaya nya seperti kekanak-kanakan dan aku belum pernah melihat anak lelaki itu sebelumnya. Tanpa peduli aku langsung berjalan santai meninggalkan depan rumah anak lelaki itu. Byurr…. anak lelaki itu menjatuhkan bekas minumannya ke baju ku. “Hei, tahu sopan santun dong!” teriaku. Terpaksa aku pergi dengan baju yang basah. Kulihat jam tangan ku dan ternayata……. Aku hampir terlambat. “Waduh, aku harus lari nih!. Sekarang pelajaran bu Berta pasti kena hukuman.” Ucapku dalam hati seraya berlari secepat mungkin.

“Wuih, akhirnya sampai juga.” Kataku sambil menghela nafas. “Kamu darimana saja gel. Jam segini baru nyampe? bajumu basah lagi.” Tanya Clania. “Hmm…… lihat itu Bu Berta!”, ujarku, sambil menutupi bajuku yang basah. “Hei, lihat itu siapa?”. Kata Clania sambil menunjuk seseorang di samping Bu Berta guru Bahasa Indonesiaku.   Mana-mana?, O itu, Siapa sih!, murid baru ya. Ucapan itu yang aku dengar ketika Bu Berta masuk ke kelas ku. Saat aku menoleh ternyata  dia adalah anak lelaki yang menjatuhkan minumannya ke baju ku tadi pagi, ternyata benar dia murid baru di kelasku.

“Anak-anak sekarang kita kedatangan murid baru, coba kamu perkenalkan dirimu ke teman-teman baru mu!”      “Ah aku males bu!” Ujar lelaki itu sambil mengemut permen. “Cepat, tidak usah bikin ibu emosi, kamu ucap saja nama kamu lalu duduk di bangku itu!”  Perintah Bu Berta sambil menunjuk ke bangku di samping Joni. “Iya bu, kalau hanya itu saja yang ibu mau. Nama saya Genio Darmawan, Panggilan Genio”. Kata lelaki itu yang mengaku bernama Genio.

Kali ini pelajaran Bahasa Indonesia mencatat  beberapa materi yang sudah pernah Bu Berta terangkan, Bu Berta mencatatnya di papan tulis putih yang ada di kelas. “Bu cepatan nulis nya, aku udah bosen nih.” Ujar Genio yang asal nyelocos. “Huu, anak baru udah bikin gara-gara. Bisa diem gak aku lagi nyatet nih!” sambung Bobi yang terlanjur sebal dengan ulahnya. “Sudah diam!” Bentak Bu Berta. Seketika kelas menjadi hening. Bu berta kembali melanjutkan menulis nya. “Anak-anak minggu depan kita akan ulangan. Ibu harap kalian memahami dan menguasai materi yang ibu beri, jangan lupa ulangan nya!. Wassalamu’alaikum warrahmatullahi  wabarokatu”. “Wa’alaikumsalam warrahmatullahi wabarokatu”. Jawab kami serentak.

Teng.. teng.. bunyi bel dua kali pertanda telah istirahat. Kami berhamburan keluar, ada yang kesini, kesana, kesitu, pokok nya ke mana aja deh. Tapi…… kulihat Genio tidak pergi ke mana-mana. Dia hanya mengemut permen lolipop coklat yang ia bawa. Aku dan Clania memutuskan untuk menghampiri nya. “Hai, Genio, perkenalkan nama ku Clania” ucap Clania ramah. Aku pun mencoba memberanikan diri untuk memperkenalkan diri ke pada nya. “Genio, kamu belum kenal aku kan, perkenalkan nama ku Angela, kamu bisa panggil aku apa saja kok yang kamu mau.” “Siapa kau, aku tak tau kamu siapa sudah pergi saja!” bentak nya tidak sopan. “Dasar anak bandel tidak tahu sopan santun! huu lihat teman-teman anak bandel itu tidak tahu sopan santun. Sorakin yuk!” Ejek Bim-bim kepada Genio. Ya Bim-bim memang anak ketua yayasan di sekolah ku International Islamic Elementary School, aku bisa bersekolah di sini karena mendapat beasiswa dari lomba mapel di Jepang, nah di Jepang inilah ku mencoba berbagai macam coklat.

“Hei, anak gendut kesini kalau berani!”. Seru Genio. “Hei, awas kamu Bim-bim, jangan macam-macam, dia anak baru disini.” Bisik ku pada Bim-bim seraya pergi ke kantin Mbok Darmi.

“Duh gimana nih gel!” “Apanya yang gimana?” gumamku penuh Tanya. “Bim-bim, gimana kalau Bim-bim berkelahi dengan Genio. Terus dia bisa mengadu ke orang tuanya bisa di keluarin kita.” Jawab Clania berkeringat dingin. “Hikh.. benar juga kata mu ayo kita ke kelas.” Kataku yang tersedak jus mangga. “Ya, udah kita kesana sekarang” gumamku setelah membayar jus mangga yang ku minum.

“Ha..ha.. sudah beres kau gendut mau tambah lagi?” Tantang Genio pada Bim-bim. Tak kusangaka Genio yang kurus berhasil mengalahkan Bim-bim yang gendut nya minta ampun. “Sudah Genio gak ada gunanya ngomong sama Bim-bim.” Ujar ku pada Genio. Seketika Pak Wanto wali kelas kami datang ke kelas yang sudah kaya kapal pecah. “Ada apa ini!, Gela kamu yang jadi ketua kelas disini jelaskan permasalahan nya!” “Hmm, kami sedang bermain drama pak! He he he” jawabku seraya menyenggol tangan Clania dengan gugup, padahal aku berbohong untuk menutupi perkelahian tadi. “Iya betul pak!” Lanjut Clania. “Ya, sudah cepat bereskan tempat ini, bapak akan pergi sebentar, tapi jika saat bapak pulang kelas ini masih seperti ini bapak akan hukum kalian. Mengerti!” Tegas pak Wanto.

Teng…teng..teng bunyi bel tiga kali pertanda waktu pulang. Clania dan aku berniat pergi ke rumah Genio untuk mengetahui mengapa Genio berlaku aneh tidak seperti anak pada umumnya nya. “Genio, memang aneh ya? Dia sering buang sampah sembarangan, di kelas lagi! iya kan Gel?” ujar Clania saat di perjalanan. “Ehem, terus…” jawab ku tak peduli. “Ya, begitu deh!, ih kamu bukannya dengerin malah asik makan coklat!”  “ Ya sorry, enak kok coklat nya, mau? eh itu rumah Genio” seru ku sambil menunjuk rumah Genio di samping  kebun pak Wahdi. “Mana, yang mana? o itu ayo cepat kesana Gel!”. Perintah Clania seraya ia berlari.

Tok…tok… tok “Assalamu’alaikum” Kata kami sambil mengetuk pintu rumah Genio yang mewah. “Eh kalian, ayo masuk!” Gumam ayah Genio yang bernama om Danu.

“ O jadi itu permasalahan nya.” Kata om Danu setelah aku, dan Clania menjelaskan kejadian yang baru terjadi di sekolah. “Begini nak Gela dan Clania, Genio itu memang beda dengan anak lainnya.” “Apa nya yang beda om?” gumamku penuh Tanya. “ Hush Gela gak boleh asal nyeplos!” seru Clania pada ku. “Gak apa apa kok, Genio itu sudah menderita autis sejak dia kecil, segala macam terapi sudah om lakukan tapi Genio tak kunjung sembuh, maka nya kalian perlu maklum pada Genio ya!” Terang om Danu ramah. “Iya om, kami pulang dulu ya!” “Eh tunggu sebentar, ini om ada rejeki.” “Apa ini om?” sahutku sambil memegang bungkusan berwarna pink yang di berikan om Danu. “Ini coklat dari Rusia, kemarin om memang ke Rusia, ini coklat yang terkenal di sana lho!” “Makasih ya om. Assalamu’alaikum” jawab kami serentak. “Wa’alaikum salam” Jawab om Danu.

Saat di rumah…..                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         “Assalamu’alaikum” Kata ku sambil mengetuk pintu rumah. “Wa’alaikum salam, eh anak mama sudah pulang bawa apa itu!” “Oh ini, ini coklat dari om Danu ma, tadi aku sama Clania ke rumah om Danu tetangga baru kita, itu tuh rumah nya.” Jawab ku sambil menunjuk ke arah rumah Genio, rumah ku dengan Genio memang dekat cuma beda 1 blok,aku di blok 5 timur sedangkan Genio blok 4 timur. “Ya, udah masuk dulu sini coklat nya mama bawa!” “Makasih mamaku yang paling baik sedunia.” Kata ku sambil memuji mama seraya masuk ke rumah. “Iya iya, sudah cepat mandi badan mu udah bau tuh!” kata mama sambil menyuruh ku mandi.

Srrshh  srrsh…… “Ah segar nya” gumamku setelah mandi.  “Angel cepat kesini!” Perintah mama. “Iya sabar sedikit dong ma, lagi ganti baju nih!” Jawabku sambil mengenakan baju lengan pendek bewarna ungu dengan rompi lucu dan mengenakan lejing ungu serta memakai pita kupu-kupu. “Ada apa ma?” tanyaku. “Kamu tahu nggak ini coklat yang baru di produksi oleh perusahaan Chooditch di Rusia, dan katanya telah di jual dengan harga 5 juta rupiah jika di rupiahkan” Terang mama. “Woow is fantastic!  memang ma, om Danu baru pulang dari Rusia dia meberikan coklat ini ke aku dan Clania” Gumam ku “O jadi begitu, mama minta sedikit ya nanti mama masakan pancake selai coklat dengan es krim pisang  bertabur choco chip, ok!” “ Ya, udah aku belajar dulu ya ma!” Jawab ku seraya pergi ke kamar untuk belajar

Seminggu kemudian  

“Anak- anak sudah siap dengan ulangan nya?” Kata bu Berta memulai awal pembicaraan. “Siap bu.” “Ya sudah untuk mempersingkat waktu ibu akan mengatur duduk kalian. Roni duduk dengan Sinta, Clania dengan Bim-bim,  Jeni dengan Dodi, …….. dan Gela duduk dengan Genio. Sekarang ayo pindah tempat duduk sesuai dengan yang ibu kata kan. “Hah duduk dengan Genio, aduh gimana ya? dia kan autis nanti dia mencotek atau menjahili ku, dan lebih parah lagi kalau dia menyobek ulangan ku, aduh gimana ya.” Pikir ku dalam hati.

Ulangan berjalan dengan tenang,tapi tiba- tiba. “Bu aku sudah selesai, aku mau keluar!, ini ulanganku ada di loker meja!” Kata Genio sambil mengemut permen coklat seraya meninggalkan kelas. Kami pun terbengong-bengong melihat tingkah nya. “Sudah jangan pikirkan dia!, dia memang selalu begitu. O iya anak-anak nanti yang bisa mendapatkan nilai sempurna akan ibu berikan coklat Quiditch dari perusahaan Go Green di Italy.” Kata bu Berta. “Wow, yeeeee… ini yang ingin ku coba, katanya rasa coklat van stroberry, hmm lezat nya” pikir ku dalam hati, membayangkan jika mendapat coklat itu senang nya bukan main, langsung kulahap pasti tapi kalau aku mendapatkan nilai sempurna lho.

 Setelah beberapa menit…..

“Setelah ibu periksa ternyata hanya ada satu yang mendapat nilai sempurna, ibu akan bagikan, Tifany Andara 80, Andita Syamsiah 78, Shoado Ahmad 80, Bim-bim Pratama 85, Kania Clarisa Rachma Putri 90, Aulia Ajeng Angelica 98,…… dan beri Applause kepada teman kita Geniodriya Swara yang berhasil mendapat nilai perfect yaitu 100. Ini Genio coklat nya”.  Kata bu Berta sambil menyodorkan sebatang coklat Quiditch kepada Genio. “Nih, untuk mu” Kata Genio yang memberikan coklat itu pada ku. “Sungguh?” “Iya tapi di bagi sama Clania ya!” Jawab Genio. “Terima kasih” kata ku mengucap terima kasih ke pada Genio tetapi ia tidak memperdulikan nya dia langsung pergi ke luar kelas. Wah ternyata Allah memberikan kelebihan ke anak yang sepertinya, Allah memang adil terimakasih Allah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s